Loading...
Detail Berita

Pembentukan Satgas Transisi Energi Dorong Optimisme Percepatan PLTS Nasional

Langkah Presiden Prabowo Subianto dalam membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Transisi Energi mendapat sambutan positif dari pelaku industri Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Satgas yang dipimpin Menteri ESDM Bahlil Lahadalia tersebut dinilai mampu menjadi pendorong utama percepatan pengembangan energi bersih di Indonesia, khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). CEO SUN Energy, Emmanuel Jefferson Kuesar, menyebut target pembangunan PLTS hingga 100 gigawatt (GW) berpotensi menjadi game changer bagi industri apabila berbagai hambatan yang selama ini ada dapat diselesaikan.

Meski demikian, Emmanuel menekankan masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu segera dibenahi agar target tersebut realistis. Ia menyoroti empat isu utama, yakni kepastian harga listrik, skema pembiayaan, kesiapan infrastruktur jaringan listrik (grid), serta kepastian regulasi jangka panjang. Kejelasan tarif listrik dinilai sangat penting dalam menentukan kelayakan investasi, sementara dukungan pembiayaan sangat bergantung pada kepastian model bisnis dan tenor proyek. Selain itu, kondisi jaringan listrik yang berbeda di tiap wilayah juga memerlukan kejelasan skema pengembangan, baik terpusat maupun desentralisasi.

Di sisi lain, permintaan terhadap PLTS justru menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Kebutuhan dari sektor industri dan komersial terus tumbuh, bahkan dalam beberapa kasus melampaui kapasitas pasokan yang tersedia. Hal ini didorong oleh tuntutan global, terutama dari perusahaan multinasional dan pelaku ekspor yang mulai beralih ke energi hijau guna memenuhi standar pasar internasional, khususnya di Eropa dan Amerika. Namun, keterbatasan kuota, seperti pada program PLTS atap, masih menjadi kendala yang menyebabkan antrean pemasangan.

Dengan kondisi tersebut, pelaku industri berharap Satgas Percepatan Transisi Energi dapat menghadirkan kebijakan konkret yang mampu menjawab berbagai kebutuhan di lapangan. Apabila hambatan-hambatan utama tersebut dapat diatasi melalui koordinasi lintas sektor, industri optimistis target besar menuju kedaulatan energi dalam kurun waktu 3-5 tahun dapat tercapai.